Bupati Yahukimo Akui Tak Ada Tenaga Medis di Pustu Samenage

Jayapura, — Tidak ada tenaga medis yang bertugas di Pukesmas Pembantu (Pustu) Kampung Samena, Samenage, Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua, mengundang keprihatinan pemimpin daerah itu. Sementara, jumlah warga di sana yang hendak berobat bertambah tiap hari.
Abock Busup, bupati Kabupaten Yahukimo, mengaku telah melihat langsung kenyataan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Kampung Samenage pada bulan Januari lalu.
Dilansir dari Kantor Berita Antara edisi Selasa (6/3/2018), Bupati Abock mengatakan, dari petugas kesehatan yang ditempatkan di Samenage, hanya ada kader saja.
“Tidak ada petugas kesehatan di Samenage. Di situ saya sudah lihat hanya kader saja yang ada, sementara tidak ada petugas kesehatan lainnya,” ujar Busup.
Dikemukakan, saat mengunjungi Kampung Samenage untuk melihat langsung sekaligus memastikan kasus kematian yang terjadi di kampung itu, kebanyakan menderita sakit malaria dan diare.
“Memang ada kasus penyakit di Samenage. Namun bukan kejadian luar biasa (KLB). Kebanyakan masyarakat di sana sakit malaria dan diare,” jelasnya.
Lanjut Bupati Yahukimo, “Saat berkunjung ke Samenage, saya lihat petugas kader hanya beri infus kepada masyarakat yang sakit di Pustu.”Terkait hal itu, pihaknya akan memanggil seluruh petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas dan Pustu saat rapat koordinasi (rakor) yang digelar pada 17 Maret 2018. “Saat rakor nanti, saya akan peringatkan mereka kalau memang tidak kerja akan diganti orang baru,” tegas Abock.

Sebelumnya, Andri Kristian, salah satu misionaris yang melakukan pelayanan di Samenage, mengabarkan bahwa ada sekitar 12 orang meninggal di Samenage. Kasus tersebut ditemukan selama sebulan sejak tanggal 10 Januari 2018 hingga 10 Februari 2018. (SUARAPAPUA.com /REDAKSI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *