Inilah Jenis Gempa 7,4 SR yang Mengguncang Papua Nugini

Kota Jayapura – Badan Meteoroligi, Klimotologi, dan Geofisika (BMKG) menilai gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,4 SR yang mengguncang wilayah Papua Nugini dan sebagian Boven Digoel, Merauke, serta Jayawijaya pada pukul 02.44 WIT, Senin, 26 Februari 2018 itu, akibat aktivitas sesar naik (thrust fault).

“Jika ditinjau dari kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas New Guinea Highland (NGH) Fold and Thrust Belt. Hasil ini sesuai analisis BMKG yang menunjukkan, gempa bumi di lokasi itu dibangkitkan aktivitas sesar naik (thrust fault),” jelas Riyadi Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Moch Riyadi dalam rilisnya, Senin, 26 Februari 2018.

Baca Juga > Satgas Miras di Manokwari Temukan 250 Karton Vodka di Toko Elektronik
Menurut Riyadi, gempa bumi yang terjadi di darat atau sekitar 266 kilometer (KM) arah tenggara Kabupaten Boven Digoel atau 450 KM arah tenggara Kota Jayapura di kedalaman 17 KM itu tak berpotensi Tsunami. “Untuk itu kepada masyarakat di Provinsi Papua diimbau agar tetap tenang dan tak terpengaruh isu yang tak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” jelasnya.

Riyadi juga mengatakan, data dari BMKG, titik gempa terjadi pada koordinat episenter 6,10 LS dan 142,70 BT. “Hingga pukul 01.30 WIB atau pukul 03.30 WIT hasil monitoring BMKG, terjadi dua kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo 5,9 SR dan 5,5 SR. Dampak kerusakan alam dan korban dari gempa sementara ini belum ada, tapi kami masih terus memantau kejadian ini,” jelasnya.

Baca Juga > Baris-Berbaris, Ajarkan Disiplin Siswa di Tembagapura
Namun dampak gempa bumi yang digambarkan oleh peta, tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa dampak gempa bumi berupa guncangan berpotensi dirasakan kuat dalam skala intensitas III SIG-BMKG (VII MMI) di sekitar episenter gempa, yaitu Kota Dofasi, Mogulu dan Koroba, Papua Nugini,” jelas Riyadi.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, kata Ruyadi, guncangan gempa dirasakan cukup kuat di Tanah Merah (Boven Digoel), Wamena (Jayawijaya) dan Kota Merauke (Merauke) dengan intensitas II SIG-BMKG (IV-V MMI). “Terus, dirasakan sedang di Jayapura dengan intensitas II SIG-BMKG (II-III MMI),” katanya. ***(Qadri Pratiwi)(sumber: KABARPAPUA.CO)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *