Bupati Yahukimo Bantah Ada Perampasan Tanah Suku Momuna

Dekai,- Hasil Rekomendasi Strategis Konfrensi Masyarakat Adat Momuna (KMAM) Ke- III adanya tanah yang dikuasai Pemerintah Kabupaten Yahukimo seluas 8 km x 7 km di Kota Dekai dan perlu dibuka ruang dialog terkait hal ini.

Beberapa waktu lalu Ismail Keikyera , Kepala Suku Besar Momuna  dalam siaran pers yang dilakukan di Kantor JERAT Papua,  mempertanyakan tentang status tanah yang diklaim oleh Pemerintah Kabupaten Yahukimo. Saat itu Wirya Supriyadi mendampingi Dewan Masyarakat Adat Momuna (DMAM) juga menyatakan tentang adanya dugaan perampasan tanah di Kota Dekai, Yahukimo , Papua, mendapatkan bantahan dari Abock Busup, Bupati, Kabupaten Yahukimo pada Jumat (23/02/2018)

Dalam pesan singkat di Group WhatsApp, Share Berita Yahukimo, Abock Busup menyampaikan sebagai berikut:

“Areal tanah seluas Pemda Yahukimo  7×8 di Ibu Kota dekai, yang ditanyakan oleh suku Momuna yg di wakili oleh Kepala Suku Momuna Ismail Keikera yang disponsori oleh Jerat Papua,pemda Yahukimo sampaikan hal-hal sebagai berikut : 1. Proses pembelian tanah pernah melaksanakan jual beli dengan hak ulayat masing2 marga yang ada,sdh ada bukti kwitansi dengan surat pernyataan hitam diatas putih,dan ada saksi hidup,ada dokumen jual beli jadi mau lihat dokumen bisa komunikasi dng Barat dan aset daerah spy warga masyarakat bisa lihat,jd tdk boleh keluarkan kata perampasan caplok itu tidak benar. Tks”

Dan dibawah ini adalah screen capture dari group Share Berita Yahukimo.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *