Penerapan BBM 1 Harga Belum Berdampak Signifikan di Yahukimo Papua

YAHUKIMO – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Yahukimo, Yoel Itlay, mengatakan usai pemberlakuan bahan bakar minyak (BBM) 1 harga di Papua terkhusus di Kabupaten Yahukimo, hingga saat ini belum berdampak signifikan bagi perekonomian di kabupaten itu.

“Di Kabupaten Yahukimo belum. Bagaimana distribusi BBM di atas (Yahukimo), tidak lancar. Itu kan BBM dibawa dari Timika lewat laut masuk ke Asmat selanjutnya ke Yahukimo lewat kali. Ini kami rasa distribusinya kurang, perlu adanya penambahan kuota BBM, masak satu minggu sudah habis,” katanya saat berkunjung ke Jayapura, Senin (28/11/2016).

Ia juga mencurigai adanya permainan di SPBU dan APMS hingga penjual BBM di tingkat eceran.”BBM yang disuplai itu berton-ton, tapi masak seminggu sudah habis. Di eceran banyak, mereka jual kalau normal Rp15 ribu. Namun kalau di SPBU/APMS habis, bisa dijual sampai 100 ribu. Ini saya pikir pasti ada kebocoran. Saya harap pemerintah juga memperketat pengawasan,” ujarnya.

Yoel mengatakan, pascapenerapan BBM 1 harga di Papua belum berdampak signifikan. Pasalnya, harga sembako di Kabupaten Yahukimo masih mahal.

“Seperti harga beras ukuran 15 kilogram, dari Timika itu Rp120 ribu per karung, sampai Asmat Rp130 ribu, dan kalau di Yahukimo sudah Rp250-Rp300 ribu per karung. Sama juga untuk harga nasi ikan, itu 50-75 per porsi. Kami rasa (penerapan 1 harga BBM) belum berdampak untuk Kabupaten Yahukimo,” katanya.
(erh)(okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *