Ketua II Dewan Adat Papua Membuka KMAM Ke- II di Dekai Yahukimo.

Dekai, – Konfrensi Masyarakat Adat Momuna  (KMAM) merupakan forum pengambilan keputusan tertinggi sesuai dengan statuta Dewan Masyarakat Adat Momuna (DMAM) yang terbentuk sejak tahun 2014. Masyarakat Adat Momuna melakukan KMAM Ke-II yang berlangsung dari tanggal 08-10 September 2016 .
Kegiatan KMAM Ke-II dibuka oleh Fadhal Alhamid selaku Ketua II Dewan Adat Papua (DAP). Dalam sambutannya pada Kamis (08/09/2016) Fadhal Alhamid mengatakan bahwa  Ini kali kedua kalinya orang Momuna berkumpul dalam konfrensi untuk membicarakan apa yang mau dikerjakan orang momuna terutama oleh Dewan Masyarakat Adat Momuna.Untuk memperbaiki kita punya hidup kedepan.

image002
“Pada hari ini dan besok Pak Ismail  Keikyera akan sampaikan apa saja yang mereka hadapi dan kerjakan dari 2014 – 2016. Dan sampaikann saja kesulitan apa adanya termasuk kesulitannya. Supaya semua orang momuna tahun bahwa DMAM bisa kerjakan dan juga kalau ada yang tidak bisa dikerjakan maka kita juga tahu masalah apa dan bagaimana solusinya” ucap Ketua II Dewan Adat Papua.

Ditambahkannya bahwa bekerja didalam lembaga adalah kerja dengan panggilan hati dan apa yang ada dan dikerjakan maka kita harus hargai dan kalau ada yang kurang maka kita bisa perbaiki bersama.
Dalam akhir sambutan pembukaannya Fadhal Alhamid mengingatkan Masyarakat Adat Momuna tentang pentingnya persatuan. “ Kita orang Momuna perlu bersatu dan itu menjadi kata kunci dan keinginan kita semua . Bagaimana agar DMAM bisa membuat orang Momuna bersatu. Jadi kalau Ketua DMAM bilang A maka semua masyarakat Adat bilang A”, ujar Alhamid.
Dirinya berharap bahwa dengan Konfrensi ini agar kita saling perbaiki dan atur lagi agar lebih baik. Membahas juga program strategis dan DMAM kedepan.  Sehingga DMAM bisa menjadi alat pemenuhan hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya bagi masyarakat adat Momuna.
Sementara itu Simon Kokini selaku Ketua Panitia KMAM Ke-II menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari dan sedianya akan dibuka oleh Abock Busup,MA selaku Bupati Kab. Yahukimo namun beliau tidak ada ditempat.

“Kami berharap bahwa kegiatan KMAM Ke-II bisa berjalan sesuai rencana panitia dan tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak diharapkan. Dan kami meminta doa dan dukungan dari semua komunitas masyarakat adat dimana saja berada agar kegiatan ini berjalan lancar dan sukses” ucap Simon Kokini.
Kegiatan KMAM ke-II diikuti kurang lebih 400 orang yang terdiri  berasal dari 20 kampung / dusun dan juga perwakilan Suku Koopkaka dan suku Papua lainnya. Dengan mengambil tempat di Aula Pendidikan Dekai, Kabupaten Yahukimo. (Wirya Supriyadi/JERAT Papua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *