Warga Kampung Samboga Keluhkan Pelayanan Pustu

Dekai, Pelayanan kesehatan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) di Kampung Samboga Distrik Seradala Kabupaten Yahukimo dikeluhkan warga. Seorang warga bernama Yudas Patiani menjelaskan bahwa sejak mengikut pelatihan advokasi yang dilakukan JERAT Papua tahun 2015 lalu. Mereka telah mempunyai rencana tindak lanjut yakni mengganti kepala pustu yang tidak pernah berada ditempat. “Kami sudah ajukan pengusulan penggantian kepala Pustu Kampung Samboga kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Yahukimo. Dan sudah di jawab, namun kepala pustu yang baru ternyata tidak mau menetap di Kampung Samboga sehingga tidak melayani masyarakat kita yang sakit,” ujar Yudas Patiani saat ditemui JERAT Papua , Senin (18/Juli/2016) di Asrama Samboga, Belakang Koramil , Kota Dekai.

yonas-patiani momunaDitempat yang sama Yona Patiani menambahkannya bahwa dirinya kecewa terhadap kondisi ini. Terpaksa dirinya sebagai kader kesehatan harus melakukan pengobatan kepada warga di Kampung Samboga. “Saya melakukan memberikan obat kepada masyarakat apa yang saya tahu. Terkadang obat-obatan saya beli di Kota Dekai lalu kembali ke Kampung Samboga dan mengobati masyarakat,” ujar pria lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian Dekai.

Karena pelayanan pustu tidak berjalan sebagaimana mestinya sehingga pelayanan vaksin tidak ada kepada balita, sehingga kedepan sangat rawan akan terkena penyakit seperti cacar air, polio, paru-paru dan lain sebagainya. Sementara beberapa penyakit yang yang sering diderita warga adalah Flu, Pilek, Batuk, Ispa, Paru-paru, Malaria dan diare. Yonas Patiani sangat berharap dengan adanya bupati dan wakil bupati sekarang ini dapat membawa perubahan. “Saya berharap kepada Bapak Bupati Abock Busup dan Wakil Bupati Yulianus Heluka dan memperhatikan pelayanan kesehatan. Karena masyarakat di kampung Samboga sangat butuh pelayanan kesehatan,” tukas kader kesehatan.

Keadaan pelayanan kesehatan di Kampung Samboga sangat membutuhkan perhatian dari para pihak terkait dan dirinya jika disekolah oleh pemerintah Yahukimo untuk sekolah kesehatan tentu saja dirinya siap. “Setelah lulus, saya siap jadi kepala pustu di Kampung Samboga, tentu saya harus sekolah dulu. Dan pemerintah diharapkan dapat memberikan beasiswa kepada anak-anak Momuna. Dan setelah lulus tentu saja kami akan melayani masyarakat kami sendiri,” tegas Yonas Patiani yang juga sebagai Anggota Komite Suku Dewan Masyarakat Adat Momuna (DMAM). (sumber: Jerat Papua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *