Mantri Yahudi Purop : JERAT Papua Agar Bantu Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat Adat Momuna

Dekai,- Pelaksanaan Konfrensi Masyarakat Adat Momuna (KMAM) Ke-II yang berlangsung di Aula Pendidikan Dekai  dari tanggal 07-10 September 2016. Dari hiruk pikuknya suasana konfrensi terlihat dua orang pria menggunakan jas berwarna putih dengan strip hijau. Mereka adalah dua orang petugas dari Rumah Sakit Umum (RSU) Dekai yang membantu kelancaraan  pelaksanan KMAM Ke-II. Tampak disamping meja sebuah box berisi obat-obatan baik antibiotik, penurun panas, vitamin dan lainnya.
Mantri Yahudi Purop dan dr Yandris Kukus di Dekai YahukimoSalah seorang petugas yang ditemui JERAT Papua pada Sabtu (10/09/2016) bernama Mantri Yahudi Pusop. “Saya bertugas disini sejak  tahun 2003. Dan selama 13 tahun tidak pernah  pulang kampung ke Anggruk. Sebelumnya  saya di Puskesmas Dekai tapi sekarang melakukan  pelayan di Rumah Sakit Umum Dekai,” ujar Yahudi Purop.  Dirinya menceritakan tentang kondisi di Rumah Sakit Umum (RSUD) Dekai dimana terkadang ada oknum warga masyarakat yang merasa tidak puas dengan pelayanan maka mereka akan marah-marah  kepada perawat, mantri maupun dokter. “Kalau ada masyarakat yang komplain atau marah maka saya yang akan menangani masyarakat tersebut agar tidak terus marah.  Karena pada umumnya masyarakat telah mengenal saya terutama juga Masyarakat Adat Momuna,” tukas  Mantri Yahudi Purop.

Menurut Mantri Yahudi Purop bahwa keberadaan dirinya di pertemuan  KMAM Ke- II sebagai tenaga kesehatan dari RSUD Dekai untuk membantu kelancaran jika ada peserta yang sakit atau ada keluhan lainnya.  Sementara dari pengamatan Mantri Yahudi Purop, yang ditugaskan oleh RSUD Dekai bahwa selama dirinya memberikan dukungan pelayanan kesehatan dalam KMAM Ke-II, banyak masyarakat yang datang ke meja petugas kesehatan pada umumnya mengeluhkan beberapa penyakit .”Masyarakat yang datang  berkonsultasi tentang sakit gigi, kaskado dan malaria. Tapi kalau diduga malaria maka silahkan untuk periksa darah di laboratorium untuk memastikan malaria atau tidak. Agar obat malaria tidak diberikan secara sembarangan,” ujar  Mantri yang berasal dari Angguruk. Ditambahkannya kalau hanya untuk meringankan  gejala panas demam maupun rasa tulang sakit maka bisa diberikan obat untuk membantu mengurangi gejala yang ada , jadi tidak boleh sembarangan memberikan obat malaria.

Diakhir perbincangannya dengan  JERAT Papua  , Mantri  Yahudi Purop  mempunyai pesan kepada Masyarakat Adat Momuna maupun JERAT  Papua. Bagi Masyarakat Adat Momuna yang telah menerima materi pada hari pertama dari Dinas Kesehatan yakni dari P2M  dirinya meminta agar masyarakat Momuna bisa  memberikan perhatian khusus kepada persoalan sanitasi dan juga menjaga kebersihan lingkungan dimana mereka  tinggal.  “Kepada JERAT Papua saya mempunyai pesan agar kiranya kedepan dapat bekerjasama dengan semua pihak baik Puskesmas Dekai dan RSUD Dekai dan lainnya dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Momuna. Misalnya saja dalam bentuk kegiatan   pengobatan gratis , sosialisasi dan lainnya . Kami bersedia untuk membantu jadi tidak hanya saat konfrensi saja ,” ucap Mantri yang telah menetap selama 16 tahun di Dekai  pada akhir  wawancara.   (Wirya Supriyadi /  JERAT Papua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *