Dinkes Papua klaim Rsud Yahukimo jalankan pelayanan kesehatan

Jayapura (Antara Papua) – Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengklaim Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Yahukimo, menjalankan pelayanan kesehatan seperti biasa, walaupun hanya membuka pelayanan gawat darurat di Unit Gawat Darurat rumah sakit setempat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg Aloysius Giyai di Jayapura, Jumat, mengemukakan pelayanan kesehatan di Rumah RSUD Yahukimo berjalan seperti biasa, walaupun hanya melayani pelayanan gawat darurat mengingat pelayanan poliklinik diarahkan ke puskesmas karena petugas medis maupun para medis belum kembali masuk kerja.

“Pelayanan di RSUD Yahukimo memang saat ini belum berjalan dengan baik, tetapi kita pastikan untuk pelayanan gawat darurat tetap berjalan, hal ini sesuai dengan koordinasi kami dengan Kepala Dinas Kesehatan Yahukimo dan Direktur RSUD Yahukimo,” katanya.

Aloysius menjelaskan, sesuai dengan hasil koordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Yahukimo dan Direktur RSUD Yahukimo, dimana pihaknya sedang mencari solusi bersama untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang dialami oleh rumah sakit.

“Memang kita akui dampak dari postingan di media sosial membuat tenaga dokter PTT, enggan untuk kembali bertugas, padahal saya mau pastikan bahwa kondisi Yahukimo aman-aman saja, jangan terpengaruh dengan postingan di media sosial,” ujarnya.

Dia berharap, para medis kembali bertugas seperti biasa mengingat sejak libur natal dan tahun baru sudah berakhir namun masih ada tenaga medis RSUD Yahukimo yang hingga kini belum kembali melaksanakan tugas seperti biasa.

“Kekurangan dokter PTT ini memang telah ditanggulangi dengan penarikan beberapa dokter PTT dari puskesmas, namun tetap belum maksimal,” katanya.

Dari informasi yang diterima, menurut Aloysius, pihaknya menyimpulkan bahwa beban kerja yang berlebihan dikarenakan sejak awal tahun baru hanya beberapa perawat maupun dokter yang bertugas membuat pelayanan tidak berjalan dengan baik dan bertumpuh pada beberapa perawat maupun dokter sehingga pelayanan tidak maksimal.

“Selain beban kerja yang menumpuk, masih ada keinginan dari dokter maupun para medis yang belum terakomodir dengan baik serta tidak transparannya program dan kegiatan di RSUD Dekai sehingga berbuntut pada pelayanan yang tidak maksimal, namun saya pastikan pelayanan berjalan seperti biasa walaupun disana untuk sementara hanya melayani pasien gawat darurat,” tambah dia.

Sebelumnya, para medis di RSUD Kabupaten Yahukimo, baik perawat maupun bidan terpaksa mogok kerja karena sekitar 30 orang dokter yang bertugas di rumah sakit tersebut tidak berada di tempat.

Ketua Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) regional Yahukimo, Jhon Ronsumbre mengatakan, para perawat dan bidan ini melakukan aksi mogok kerja dan menutup semua pelayanan kesehatan di RSUD Yahukimo.

Para petugas medis itu tidak dapat mendiagnosa pasien yang seharusnya dilakukan dokter terhadap seorang pasien untuk mendapat pengobatan lebih lanjut. (*)

Editor: Anwar Maga  COPYRIGHT © ANTARA 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *